Twitter

HADIAH DARI PENDERITAAN DAN PENGORBANAN

Author Unknown - -
Home » HADIAH DARI PENDERITAAN DAN PENGORBANAN

Pada Suatu Hari, ada ada seorang wanita yang sedang berjalan menuju ke tempat sekolahnya, dan pada saat perjalanan hujan pun turun membasahi tubuhnya, dia bahkan tidak tahu apa yang di lakukan sekarang , yang ia tahu hanyalah bagai mana bertahan tanpa seorang ibu.
            Hujan pun turun begitu deras, ia melangkah ketempat prlindingan yang ada di seberang jalan dengsn membawa selembar kertas yang baru saja di berikan oleh guru sekolahnya. Ia melihat sekilas ke lembaran kertas itu,  membaca tulisan itu dan kembali menutupnya. Deras air matanya terus jatuh bercucuran dan membasahi pipinya. Entah pa yang ia fikirkan, ia terus sampai cerahnya matahari muncul kembali menyinari tempat ia duduk.
            Iapun berdiri, tersenyum melihat sinar matahari, menghapus air matanya dan berkata “aku pasti bias menghdapi kehidupan ini”. Ia pun bergegas pulang, melewati hutan tanaman bunga untuk mempercepat dirinya agar segera sampai ke rumah, karena adik-adiknya pasti sudah menunggunya dari tadi.
            Sesampainya di rumah, iapun membuka pintu rumahnya dengan senyum ceria yang selalu ia munculkan untuk menyapa adik-adiknya. Tapi hasilnya, senyum itu berubah menjadi tetesan air mata, karena ia melihat adik-adiknya meringis kesakitan menahan gonacangan dahsyat di perutnya. Ia pun langsung memeluknya dengan erat, dengan tangisan yang keras. Ia tidak bias berkata-kata, semua kalimat yang ada di fikirannya tertahan oleh lidahnya. Ia hanya bias menangis, menangis, dan menangis.
            Tiba-tiba ketukan pintu mengakhiri tangisan mereka. Suara dari pintu langsung menggrakkan tubuhnya untuk berdiri mendekati pintu. Perlahan-lahan ia membuka pintu itu. Ia langsung kaget melihan ada dua orang polisi yang berdiri di depan pintu. Fikirannya pun mulai kacau, entah masalah apalagi yang menimpa keliarganya.
            Ia duduk termenung di depan adik-adiknya yang menangis, ia tak habis fikir apa yang di perbuat adiknya yang satu ini, sampai harus berhubungan dengan polisi. Ia tak tahu apa yang harus is lakukan sekarang, sama siapa ia harus mita tolong, karena itdak memiliki satupun keluarga yang tinggal satu wilayah dengannya. Ia berfikir sangat lama sampai berjam-jam dan ia lupa bahwa adik-adiknya yang berda tepat di depannya, belum ia beru makan dari tadi.
            Makanan di rumahnya tidak ada, biasanya ia meminta beras ke tetengganya atau mencari bunga-bunga untuk di jual kepada orang-orang yang ingin memberikan bung kapada kekasihnya, agar ia bias membeli makanan untuk ia ia makan sehari-harinya dan juga untuk membiayai sekolahnya barsama adik-adikya. Betapa perjuangan hidup yang iya lakukan bersama dengan adik-adiknya sangat susah ia jalankan. Tapi dengan itu ia mampu bertahan hidup untuk tetap terus melanjutkan sekolahnya dengan adik-adiknya dan menghidupi keluarganya.
            Bertahun-tahun ia menjalani hidupnya tanpa di damping seorang ibu yang sudah lama meninggalkan dirinya dan adik-adiknya. Dan tanpa seorang ayah , ayahnya meninggal inya sejak sebelum ibunya meninggal. Betapa tega seorang ayah yang meninggalkan ibunya, dia serta adik-adiknya tanpa alas an yang logis. Kin sekarang ia lah yang menggantikan posisi ibunya, dan ia pula yang menjadi tulang punggung keluarganya, ia harus merawat adik-adiknya dan menyekolahkan adik-adiknya.
            Ia mempunyai cita-cita yang tinggi, ia ingin menjadi seorang dokter. Tapi apakah cita-citanya akan terwujud?. Untuk mengambil jurusan kedokteran tentu biaya awal masuknya sangat mahal, belum lagi biaya semester dan uang bukunya. Dengan kondisi itu, ia pun sangat khawatir dengan cita-citanya yang yang tinggi itu. Ia hanya seorang remaja yang tiap harinya menjual bunga ke orang-orang untuk memenuhi kebutah keluarganya dan sekolahnya bersama adik-adiknya. Dan apakah cita-citanya akan terwujud? Sedangkan yang ia handalkan hanyalah dari berjalan bunga.
            Tubuhnya yang kecil ia sandarkan di kursi kayu di depan rumahya, rasa lelah yang iya rasakan membuatnya harus beristirahat sjenak. Kumpulan tangkai bunga yang iya dapatkan hari ini lumayan sedikit, berate uang yang akan ia terima hari ini akan ikut berkurang. Tapi itu tak menjadi masalah bagi dirinya, yang penting ia masih bias bersyukur dengan pa yang ia dapatkan hari ini.
Hari sudah mulai sore, ia bergegas berdiri dari tempat duduknya dan segera menjualkan bunganya. Tidak setiap hari ia menjual bunga-bunganya, hanya di waktu-waktu tertentu, seperti pada waktu satnight. Satnight adalah waktu yang sangat di tunggu-tunggu olehnya dalam satu minggu. Bukan ia ingin pergi satnight dengan sang kekasih tapi, baginya satnight adalah waktu untuk mendapatkan uang.
            Ia adalah seorang remja yang tidak memnfaatkan satnightnya untuk brkumpul dengan keluarga atau teman-temannya sambil bercanda gurau. Ia selalu menghabiskan waktu satnightnya dengnan menjual setangkai bunga kepada orang-orang yang lagi berpacaran. Kadang ia mersa iri dengan orang-orang yang ada di desitarnya. Tapi ia sadar kalau dirinya tidak mungkin bisa sperti mereka, yang bias di bebaskan ber satnight dengan teman-temannya, yang tiap harinya di manja oleh orang tuanya, yang tiap harinya di antar orang tuanya pergi ke sekolah, dan bahkan tiap harinya bias ngumpul dengan ayah dan ibuny. Tapi sayangnya, tuhan berkehendak lain akan dirinya. Ia lah yang sekarang ini yang harus mengurus dirinya serta adik-adiknya tanpa bantuan seorang ayah dan ibu.
Hari-hari yang ia lewati bersama adik-adiknya dengan kesederhanaan tak menghalanginya untuk selalu bersyukur dengan sang pencipta. Walaupun kehidupannya yang serba kekurangan ia masih tetap bersyukur kepada tuhan atas  segala nikmat, sehingga ia masih tetap bisa bertahan hidup bersama adik-adiknya.
Kini iya sudah berusia 17 tahun, berarti ia sudah duduk di bangku kelsa 3 SMA. Tinggal selangkah lagi ia akan menjadi mahasiswi. Tapi, ia lagi-lagi berfikir darimana ia akan mendapatkan uang unrunt melanjutkan kuliahnya. Sedangkan uang yang ia punya hanya beberapa, tidak tidak mencapai jutaan. Untunglah selama ia masuk SMA semester 2, ia mendapatkan besiswa dari sekolah karena telah menjadi siswi teladan. Jadi uang sekolah tidak lagi iya bayar sampai ia tamat dari sekolah itu. Seandainya saja ia mendapatkan besiswa untuk melanjutkan kuliah di jurusan kedokteran, ia pasti bisa mengejar cita-cita tingginya itu.
Tibalah masa-masa yang di tunggu-tunggu untuk para siswa-siswi SMA seluruh Indonesia. Pengumuman kelulusan sudah ada di tangan sekolah. Kini iya dan siswa –siswi lainnya harus duduk di aula untuk mendengarkan pengumuman yang akan di bacakan oleh kepala sekolah, dan sekaligus mendengarkan nilai UN terbaik.
Ucapan kelulusan yang di ucapkan kepala sekolah membuat para siswa-siswi merasa bahagia, termasuk dirinya. Akhirnya perjuangannya selama tiga tahun tidak sia-sia. Kini ia menunggu kelulusan SNMPTN yang entaj kapan di umumkan. Ia tak tahu kalau kelulusan SNMPTN bersamaan dengan hasil pengumuman UN. Sehingga selesai pengumuman kelulusan, ia langsung bergegas berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke luar aula.
Saat hendak melangkahkan kakinya, pengumuman nilai UN tertinggi di umumkan. Nayla Anatasya Latifa adalah nama yang di ucapkan kepala sekolah, ia berhenti dan berbalik. Tepuk tangan dari semua orang yang ada di aula, membuat diriny menangis bahagia. Namanya disebut sebagai siswi yang memiliki nilai UN yang hamper mendapatkan nilai kesempurnaan “10” hanya saja d pelajaran kimia ia mendapat nilai 9,75.
Kesenangannya tidak sampai disitu, ia juga lulus SNMPTN di UGM jurusan kedokteran umum dan mendapatkan beasiswa sampai S1. Sungguh bahagianya ia hari ini. Hari ini adalah hari yang tak akan ia lupakan selama hidupnya.
Bergegas ia pulang ke rumah, tak sabar ia menyampaikan ini kepada adik-adiknya. Tapi, ia langsung terkejut melihat polisi ada di depan rumahya. Ia berlari-lari kecil menghampiri polisi itu. Betapa senangnya ia melihat adiknya sudah terbebas dari penjara,. Rindunya kepada adiknya yang sekianlama tidak bertemu dengannya, ia berikan melalui dengan pelukan erat sambil menangis di di bahu adiknya. Adiknya sudah dewasa, dan bahkan tingginya sudah melewati tinggi dirinya. Betapa berubahnya postur tubuh adiknya selama berada di sel tahanan.
Akhirnya, adiknya bisa berkumpul kembali dengannya, ia mersa hari ini adalah hari istimewa bagi hidupnya. Setelah sekian lama banyak tantangan yang ia hadapi dan inilah balasan yang di berikan tuhan untuknya. Ia sangat berterima kasih kepada Tuhan atas karunia yang iya dapatkan hari ini. Segala tantangan hidup yang di lakukan dengan susah payah dan sabar akan nantinya mendapatkan yang lebih dari sang pencipta. Berusaha dan berdoa adalah kunci kesuksesanmu kedepannya.